Percaya Diri

Kamu tidak butuh validasi dari luar. Yang kamu butuhkan  izin dari diri sendiri.

Percaya diri bukan soal sudah bisa tapi soal yakin dengan diri  bersedia belajar
dan beradaptasi.

__

Kamu tidak butuh validasi dari luar. Yang kamu butuhkan adalah izin dari diri sendiri.
Izin untuk mencoba. Izin untuk gagal. Izin untuk tidak sempurna.
Sebagian besar orang tidak kurang kemampuan—mereka hanya belum mengizinkan dirinya melangkah.

Percaya diri bukan soal sudah bisa. Percaya diri adalah soal yakin bahwa kamu bersedia belajar, menyesuaikan diri, dan terus tumbuh. Itu saja.
Rasa siap jarang datang di awal. Yang datang lebih dulu adalah keraguan. Tapi ketika kamu memberi izin pada diri sendiri untuk bergerak, keraguan itu tidak lagi memegang kemudi.

Selama hidup, kamu mungkin terbiasa menunggu pengakuan: dari orang tua, guru, pasangan, atasan. Sampai lama-lama lupa bahwa kamu juga punya suara di dalam diri. Suara yang selama ini pelan karena tertutup ekspektasi orang lain.

Begitu kamu mulai mendengarnya, pelan tapi tegas, kamu sadar bahwa arah hidupmu tidak harus ditentukan oleh orang di luar. Kamu boleh membuat keputusan yang terasa benar untukmu, meski belum dipahami orang lain.

Dan sekali kamu mengizinkan dirimu melangkah, kamu tidak lagi berjalan untuk membuktikan sesuatu. Kamu berjalan karena itu penting untuk hidupmu sendiri.