Seorang anak yang tumbuh dengan label dan afirmasi negatif dari orang tua biasanya tumbuh dengan rasa bersalah, minder, dan sulit membuat keputusan untuk dirinya sendiri bahkan sampai dewasa.
Label yang diberikan orang tua sering lebih kuat dari fakta. Begitu anak diberi cap: bodoh, lemah, tidak bisa diandalkan, tidak pandai ini itu, anak mendapat limiting belief yang mengekang dirinya. Sehingga bukan tumbuh berdasarkan kemampuannya tapi berdasarkan kata kata yang ditanam orang tuanya.
Adapula orang tua yang sering memproyeksikan ketakutan dan kegagalannya ke anak, akibatnya anak disetir untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya bukan kehidupannya sendiri.
Anak yang disetir seperti itu biasanya merasa apapun pilihannya salah. Setiap langkah harus minta izin. Setiao keputusan dianggap terlalu beresiko.
....
Jika kamu tumbuh dengan rasa bersalah, sulit membuat keputusan untuk sendiri, dan merasa selalu membutuhkan izin dari orang lain, coba cek apakah kamu pernah mendapat label dan afirmasi negatif dari orang tua.
Kamu boleh tumbuh tanpa harus mengikuti bayangan tentang dirimu yang orang lain bentuk.
Identitasmu bukan apa yang dikatakan masa lalu. Bukan dari label yang orang tua dan sekitarmu berikan. Bukan dari afirmasi buruk orang lain tanam pada dirimu.
Identitasmu yang sebenarnya adalah pilihan yang buat dan kamu ulang setiap hari.
....
Kamu boleh tumbuh tanpa harus mengikuti bayangan tentang dirimu yang orang lain bentuk.
Identitasmu bukan apa yang dikatakan masa lalu.
Bukan dari label dari afirmasi buruk yang orang lain tanam pada dirimu.
Identitasmu yang sebenarnya adalah apa yang kamu pilih untuk lakukan hari ini dan kedepannya.
Begitu kamu sadar bahwa label yang orang lain atau yang kamu berikan itu bukan bagian dari dirimu, kamu bisa berhenti menjalankan self limiting belief itu. Kamu bisa berhenti hidup dengan batasan-batasan dari label-label itu.
Kamu bisa membangun hidup yang baru, dengan definisi yang kamu tentukan sendiri. Dari apa yang kamu pelajari, apa yang kamu latih, dan bukti-bukti nyata yang kamu sadari.
Identitas baru tidak dibangun oleh satu momen besar.
Ia dibangun pelan-pelan:
dari keberanian membuat keputusan kecil untuk diri sendiri,
dari batas yang kamu set untuk dirimu sendiri,
dari bukti nyata bahwa kamu bukan yang orang lain bayangkan.
Kamu tumbuh ketika kamu mulai mempercayai pengalamanmu sendiri lebih daripada yang orang lain katakan.
.............
labeling = saya adalah orang yang tidak pandai bersosialisasi, memberi label = punya limiting belief disini sini aja. lepaskan. mamah bukan yang pinter masak, bukan yang pandai bergaul